Sajak syair tak habis kita rangkai dalam kanvas hati kita
Asa kadang tak puas hanya tersirat tan tersurat
Jejak jejak pena menari bagai tarian jawa nan gemulai
Anggun putri berpakaian kebaya
Keakraban terlintas disapa nan bersahaja
Jemputlah Cinta dengan penuh suka cita
Ikatlah hati dengan kalam Illahi semua berjalan LILAHI TA'ALLA
Nuansa romantika cinta,menjadikan sajak kian mengena pada jiwa jiwa pemintal aksara
Gaung kerinduan laksana pujangga merindukan langit senja merona jingga
Genggamlah pena guratlah aksara
Agar kian damai dalam alunan hati yang penuh pesona
Lembar demi lembar kita uraikan agar tiada lagi terpisah
Elegi dua rasa dalam satu wadah
Memenuhi ruang mayapada dialtar Fenomena
Berjalan laksana Laskar laskar Langit yang tampak kesatria
Ajaklah para penikmat terbuai tembang tembang jiwa
Yang akan membawa sebuah kisah didermaga senja dilangit cintaku
Uraian demi uraian kehidupan kita pintal selaras nyanyian hati
Namun bukan kita tak mampu memendam kata hanya jiwalah yang mengena asa
Gaung dalam gema kita suarakan dalam
Senandung syair jiwa jiwa perindu
Elakan segala ego yang menampar bagai congkaknya camar
Nuansa cinta,religi,canda,tawa dan airmata kita renda dalam aksara indah yang membias diAksara Indah Dalam Alunan Hati
Jemputlah tangan tangan yang gemulai menarikan pena
Agar tetap menyatu dalam hati sang Fenomena
Asa kadang tak puas hanya tersirat tan tersurat
Jejak jejak pena menari bagai tarian jawa nan gemulai
Anggun putri berpakaian kebaya
Keakraban terlintas disapa nan bersahaja
Jemputlah Cinta dengan penuh suka cita
Ikatlah hati dengan kalam Illahi semua berjalan LILAHI TA'ALLA
Nuansa romantika cinta,menjadikan sajak kian mengena pada jiwa jiwa pemintal aksara
Gaung kerinduan laksana pujangga merindukan langit senja merona jingga
Genggamlah pena guratlah aksara
Agar kian damai dalam alunan hati yang penuh pesona
Lembar demi lembar kita uraikan agar tiada lagi terpisah
Elegi dua rasa dalam satu wadah
Memenuhi ruang mayapada dialtar Fenomena
Berjalan laksana Laskar laskar Langit yang tampak kesatria
Ajaklah para penikmat terbuai tembang tembang jiwa
Yang akan membawa sebuah kisah didermaga senja dilangit cintaku
Uraian demi uraian kehidupan kita pintal selaras nyanyian hati
Namun bukan kita tak mampu memendam kata hanya jiwalah yang mengena asa
Gaung dalam gema kita suarakan dalam
Senandung syair jiwa jiwa perindu
Elakan segala ego yang menampar bagai congkaknya camar
Nuansa cinta,religi,canda,tawa dan airmata kita renda dalam aksara indah yang membias diAksara Indah Dalam Alunan Hati
Jemputlah tangan tangan yang gemulai menarikan pena
Agar tetap menyatu dalam hati sang Fenomena
26 Desember 2012
Aidah
Fenomena Lembayungsenja & Fenomena Hati


0 komentar:
Posting Komentar