Minggu, 20 Januari 2013
Ajariku Merenung
Posted on 19.16 by Aidah Lembayung Senja
Aku mengenalmu seperti aku mengenal hujan, tanpa kesengajaan.
Sesaat seperti gerimis saja. Gerimis saja.
Tapi sepanjang kujejak jalan, kurasakan bahwa kau tidak hanya gerimis.
Kau hujan, kau deras.
Kau mengajakku menikmati suatu waktu yang menjadi momentum.
Tentang penghargaan, tentang senyum dan ketulusan.
Aku tak pernah melihat rupamu, tak sesering hujan deras di kota ini.
Aku hanya tahu kau selalu ada saat kubutuhkan,
kau menentramkan dan memberi kedamaian.
Aku tergelak saat kau sarankanku tersenyum..
aku menangis saat kau ajariku merenung..
Kau istimewa di hati,
seistimewa suara hujan saat aku merindukan tidur yang nyenyak.
Bolehkah aku mengucapkan sesuatu untukmu?
Aku menyayangimu dengan ketiadaan.
Aku menyayangimu dengan kesederhanaan.
Itulah, kukatakan kau istimewa, sangat istimewa.
Semangatmu membara tapi meneduhkan setiap hati.
Harapanmu tinggi namun merendahkan ambisi.
Baru setelah kudengar penuturanmu, air mataku leleh.
Kau memang istimewa.
Istimewa dengan ketulusanmu.
Biarkan aku ucapkan terima kasih dan sedikit pujian untukmu, untuk semua ini.
Untuk kasih sayangmu, dan untuk tingkahmu yang begitu menghormatiku.
Kau adalah hujan, bukan gerimis. Kau deras.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar