Minggu, 20 Januari 2013

Rindu tak punya Muara

                                                         
karena rindu tak punya batas waktu,
matahari tidak pernah benar-benar mengajaknya berlomba mendahuluinya.


karena rindu tak punya hulu, juga muara,
ia adalah aliran yang mengawang antara dua tempat pulang, yang sama-sama lebih luas dari samudra.


karena rindu tidak kenal masa lalu atau masa depan,
baginya sepanjang ia berdetak, entah cinta masih hidup atau mati, adalah saat ini.

. . .

karena hanya rindu yang bisa menemukanmu,
sampai pada jarak aman untuk semata memandang punggungmu, lalu kembali.

sayang, aku rindu kamu..
apa kamu juga merasa yang sama?

0 komentar:

Posting Komentar

Flag Counter